I Made Agus Putra Jaya adalah pemilik sekaligus pendiri brand Jaya Fried Chicken yang merupakan produk ayam goreng lokal dan sudah tersohor ke seluruh daerah di Bali. Made Jaya lahir pada 16 Januari 1979. Pria Asli Buleleng ini mengawali bisnis ayam goreng cepat saji pada tahun 2015 tepatnya pada tanggal 25 Januari.

Diceritakannya setelah menamatkan diri di bangku SMA, Made Jaya sempat bekerja dengan orang sebelumnya. Karena jenuh diapun mengaku iseng mencoba peruntungan dengan berjualan. Waktu itu dia menjual balon gas pada setiap acara dan dia mulai tertarik dengan pendapatan yang dihasilkan. “Waktu itu untuk pertama kali jualan saya mendapat hasil sekitar Rp50.000 per hari. Sangat jauh dari upah yang saya terima  hanya Rp16.000 per hari, jadi saya mulai berpikir untuk menekuni usaha,” katanya.

I Made Agus Putra Jaya/JFCBali.com

I Made Agus Putra Jaya/JFCBali.com

Berbagai jenis usaha dicobanya, dari berjualan balon gas, es krim, bakso, minuman kemasan, warung lalapan hingga cuci motor. Namun semua usaha yang dilakukan gagal.  Hingga pada suatu ketika dia mencoba untuk berjualan ayam goreng. Dalam mencoba resep ayam goreng pun dia sering mengalami kegagalan terlebih di bidang rasa yang belum menemukan kecocokan.

“Saya terus mencoba dan terus menawarkan setiap orang untuk mencicipi dan memang rasa yang saya sajikan belum enak saat itu, lalu saya pun terus berbenah. Hingga akhirnya saya bertemu dengan China yang biasanya memiliki pengecapan sangat tajam dan bilang ayam goreng buatan saya enak, dari situ saya mulai berani untuk menjual dengan membuka warung makan,” ungkapnya.

 

Awalnya warung makan yang dibukanya tidak terlalu ramai, yang pada akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka cabang di tempat strategis. Ternyata cabang yang dibukanya menjadi ramai, dan tawaran demi tawaran untuk bekerjasama membuka cabang lain sering didapatkan. “Awalnya karena permintaan teman yang ingin juga memiliki usaha yang sama, sehingga saya bantu. Dari sana muncul berbagai tawaran kerjasama,” terangnya sembari mengatakan saat ini brand JFC sudah ada di 200 outlet.

Dari teman dekat ke teman dekat yang lain, membuat brand JFC terus berkembang. Yang spesial dari franchise JFC ini, untuk masyarakat yang berminat memiliki sebuah usaha, tidak akan dikenakan biaya sama sekali atau tidak akan dikenakan biaya sharing profit. Dengan catatan, pengembang usaha harus membeli packaging, bahan baku meliputi daging ayam, tepung dan bahan lannya resmi dari JFC. Hal ini bertujuan mempertahankan kualitas dan rasa. Dengan modal Rp200 juta yang meliputi biaya kontrak dan perlengkapan otulet, Jaya menjelaskan krama Bali sudah dapat membangun usaha JFC di daerah tempat tinggal masing-masing.